Rabu, 27 Juli 2011

Profil: Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC, Indonesia)

Nama Lengkap: Ferry Rotinsulu
Tempat, Tanggal Lahir: Palu, 28 Desember 1982
Tinggi: 182 cm
Karir Klub: Persipal Palu (1999-2003), Persijatim Solo FC (2003-2004), Sriwijaya FC (2004-sekarang)
Karir Timnas: Indonesia (2005-sekarang)

Menjadi penjaga gawang sebetulnya bukan keinginannya sejak awal. Sebab, saat pertama kali memasuki diklat sepakbola, ia adalah seorang striker. Tapi dengan postur tubuhnya yang ideal sebagai kiper, ia pun mencoba menjajal posisi itu. Dan akhirnya, ia menekuninya yang membuat karirnya melejit. Pilihannya untuk menjadi kiper rupanya sangat tepat. Dengan keberanian dan pergerakannya yang lincah serta ditunjang postur tubuh, ia mampu tampil dengan baik. Tak heran, jika ia mendapat kepercayaan untuk mengawal gawang timnas Indonesia, sejak masih junior dan tampil bersama timnas U-23. Kesempatan untuk menambah kemampuannya menjadi penjaga gawang ia peroleh setelah terpilih dalam proyek pemusatan latihan (Pelatnas) timnas junior ke Belanda. Hanya saja, karena umurnya telah lewat, sehingga dia tidak bisa seterusnya berlatih di Negeri Kincir Angin tersebut.

Mengawali karir bermain sepakbola di level profesional dengan bergabung di Persipal, Palu, sejak 1999. Empat musim tampil bersama klub di tanah kelahirannya itu, ia hengkang ke Persijatim Solo FC pada musim 2003 yang seterusnya hingga klub tersebut berubah nama menjadi Sriwijaya Football Club (SFC) dan musim ini tampil di Superliga 2008/09. Tampil luar biasa saat mengantar SFC meraih double winner (juara Liga dan Copa) Indonesia musim lalu membuat ia dibandingkan dengan kiper timnas Italia  Buffon, yang tak lain adalah idolanya sendiri. Apalagi karena kemenangan yang diraih SFC merupakan kerja kerasnya menahan dua tendangan penalti pemain Persipura Jayapura, ketika bentrok di final Liga Indonesia dalam drama adu penalti. Ketangguhannya di bawah mistar gawang SFC pada musim 2007 silam membuat para striker tim lawan frustrasi. Sebab tak jarang aksi cemerlang yang mestinya berujung gol berhasil di gagalkannya. Ia pun hanya  kebobolan 12 gol pada putaran kedua musim itu, dan hanya terpaut dua gol dengan kiper PSMS Medan Markus Horison yang baru kebobolan sepuluh gol.

Ferry sekarang telah menikah dengan perempuan asal Palembang bernama Annisa Katarima dan mempunyai seorang anak perempuan. Hal ini lah yang membuat Ferry masih bertahan di Sriwijaya FC walopun digoda oleh banyak klub besar Indonesia seperti Persib dan Persija.

Di Timnas, Ferry mendapat kepercayaan oleh head coach Indonesia yang baru, Wim Rijsbergen. Di Pertandingan pertama Wim melawan Turkmenistan di Pra Piala Dunia 2014, Ferry diturunkan menjadi starter dan kemungkinan  akan diturunkan lagi di leg ke-2. Kita lihat kiprah Putra Palu menjaga mistar gawang Indonesia di kancah Internasional, Bravo Sepakbola Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar